Kategori
Uncategorized

Ikatan Jurnalis Lawang Kidul Cepat Tanggap Dukung Junianto Warga Tegal Rejo Untuk di Bawa ke Rumah Sakit BAM

Spread the love

 

Muaraenim-sumsel, jurnalfaktanews.com

Warga Desa Tegal Rejo Junianto (41) seorang pedagang sayur keliling yang mempunyai tanggungan 5 orang, termasuk isteri (Tini Muniwangsih), 2 orang anak dan kedua mertuanya yang tinggal disatu rumah saat ini terkapar dirumah dalam kondisi sakit parah yang sangat memprihatinkan di angkut ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika (BAM) Tanjung Enim.

Ketika Ikatan Jurnalis Lawang Kidul (IJLK) mendapat informasi dari Agus utani yang merupakan sahabat lama junianto (41) mengatakan kalau sahabatnya saat ini sedang terkapar dirumah karena sakit yang cukup serius tergeletak dirumah hanya berobat jalan namun tak kunjung sembuh dan saat ini tubuhnya sudah kurus tergeletak ditempat tidur tak bisa berjalan lagi.

Dengan adanya informasi tersebut, anggota IJLK langsung mengunjungi di kediaman Junianto bersama Agus yang tinggal di RT 08 Dusun II Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim,Sumsel. Kamis (03/03).

Ketika junianto (41) ditanya awak media sambil terbata-bata dia menjawab” pekerjaan saya hanya pedagang sayur keliling menggunakan sepeda motor dengan penghasilan 150ribu sampai 200ribu sehari”, katanya.

Lanjutnya” kalau saya ini memang sudah agak lama sakit, tapi masih bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya, karena punya tanggungan keluarga (isteri, anak 2 orang dan ada bapak serta ibu),” tuturnya sambil terbata-bata.

” setelah saya sakit dan tidak bisa lagi untuk menjajakan sayuran keliling, maka isteri saya yang menggantikan, namun hasil penjualan sayuran tersebut hanya mendapat hadil berkisar 50ribu sehari, itupun kalau sayuran habis,” ujarnya.

Sementara isteri junianto (Tini Muniwangsih/39) saat diwawancarai media menuturkan” kalau suami saya sudah lama sakit tapi tidak separah sekarang ini dan masih bisa untuk menjajakan sayuran ke kampung-kampung dengan mengendarai sepeda motor dan hasilnya 150ribu – 200ribu sehari,” imbuhnya.

” tetapi beberapa bulan ini suami saya terkapar dan jika makan sedikit sekali yang masuk perut karena ada rasa mual juga muntah-muntah, sehingga saya yang harus menggantikannya, kadang sehari dapat 50ribu, kadang kurang,” ucapnya dengan perasaan yang sangat memilukan.

Dia mengatakan (Tini)” dulu pernah berobat ke RSUD. Moh. Husein Palembang, namun tidak juga sembuh sampai muntah darah, ketika sudah mulai enakan lalu dibawa pulang, karena kepikiran dengan anak-anak dan mertua saya karena diperbolehkan untuk pulang,” ungkapnya.

Kemudian katanya” pada bulan Desember 2021 berobat lagi ke RS. BAM karena sakit lagi, lalu diisolasi selama 20 hari, karena terpapar covid-19 menurut dokter, sehingga keluarga saya harus diswab antigen hasil negatif, karena kepikiran anak-anak, maka saya minta pulang,” jelasnya.

” hari ini suami saya dibawa ke RS. BAM Tanjung Enim, mudah-mudahan bisa sembuh, terima kasih kepada pemerintah kecamatan dan Kepala Desa Tegal Rejo dan perangkatnya, juga anggota IJLK Kecamatan Lawang Kidul yang sudah respon cepat dalam membantu dan mendukung serta mengantarkan suami saya ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RS.BAM),” demikian harap Tini.

Red : firman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *